Profesi Arsitektur (PPArs)

Informasi Umum Program Studi

Program Studi Pendidikan Profesi Arsitek (PPAr) UNTAG didirikan pada 12 Agustus 2024. Dimana pada tahun 2026 ini menjadi tahun pertama pembelajaran. Program studi Pendidikan Profesi Arsitek ini memiliki orientasi pada pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan. Prodi Pendidikan Profesi Arsitek UNTAG bertujuan untuk mencetak generasi muda penerus bangsa yang menguasai bidang ilmu pendidikan arsitek, memiliki sifat peduli terhadap lingkungan. serta menjadi pelopor pendidikan yang berwawasan berkelanjutan.

Masa Studi PPAr hanya di tempuh dalam 1 Tahun (2 Semester). Adapun mata kuliah Pendidikan Profesi Arsitek yang akan ditempuh dalam 2 semester sebagai berikut : Proyek Perancangan Arsitektur 1, Teori dan Konsep Arsitektur Hijau, Etika dan Praktek Keprofesian, Sejarah dan Budaya Arsitektur, Manajemen Proyek, Proyek Perancangan Arsitektur 2, Aplikasi Bangunan Gedung Hijau, Pranata Pembangunan, Struktur, Bahan dan Teknologi Kontruksi Berkelanjutan. Mata kuliah Ruang Terbuka Hijau, Architecture Technopreneurship, Arsitektur Lanskap, dan Green City sebagai mata kuliah pilihan dalam 2 semester.

Dalam mengembangkan Pendidikan Profesi Arsitek Universitas 17 Agustus 1945 memiliki kerjasama dengan asosiasi antara lain : Ikatan Arsitek Indonesia (IAI).

FASILITAS

1. Studio Perancangan

2. Labroratorium Komputer

3. Ruang Workshop

4. Software Pendukung PPAr

VISI

“Menjadi Program Studi Pendidikan Profesi Arsitek unggul yang melahirkan arsitek berintegritas, adaptif, berwawasan arsitektur hijau, berakar pada nilai Pancasila dan kearifan lokal.”

MISI

1. Integritas dan Profesionalisme Menyelenggarakan Pendidikan Profesi Arsitek (PPAr) yang menanamkan integritas, etika, dan tanggung jawab profesional sebagai fondasi utama dalam praktik arsitektur, melalui penguatan pemahaman kode etik profesi, regulasi pembangunan, serta kemampuan pengambilan keputusan yang akuntabel dan berorientasi pada kepentingan publik.

2. Adaptivitas dan Inovasi Mengembangkan arsitek yang adaptif terhadap dinamika perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan masyarakat, melalui pembelajaran inovatif, pemanfaatan teknologi digital arsitektur, serta pendekatan multidisiplin yang mendorong kreativitas dan daya saing profesional di tingkat nasional.

3. Keunggulan Arsitektur Hijau Menguatkan kompetensi perancangan berbasis arsitektur hijau dengan menjadikan prinsip keberlanjutan sebagai landasan utama dalam proses desain, meliputi efisiensi energi, konservasi sumber daya, kualitas lingkungan binaan, serta tanggung jawab ekologis dalam setiap karya arsitektur. Mata kuliah

4. Nilai Pancasila Menginternalisasikan nilai-nilai Pancasila sebagai landasan moral dan etika dalam praktik arsitektur, sehingga lulusan memiliki karakter humanis, adil, inklusif, serta mampu menghadirkan karya yang berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat dan pembangunan bangsa.

5. Kontekstualitas dan Kearifan Lokal Mengembangkan pendekatan perancangan yang berakar pada kearifan lokal, budaya, dan karakter lingkungan setempat, sehingga menghasilkan arsitektur yang kontekstual, beridentitas, serta mampu memperkuat nilai-nilai lokal dalam menghadapi tantangan global.

6. Integrasi Keilmuan dan Praktik Profesi Menyelenggarakan kurikulum yang terintegrasi antara teori, praktik, dan studio perancangan sebagai ruang utama pembentukan kompetensi arsitek, sehingga lulusan memiliki kemampuan analitis, kreatif, dan aplikatif dalam menghadapi kompleksitas praktik profesi.

7. Kolaborasi dan Jejaring Keprofesian Membangun kerja sama strategis dengan asosiasi profesi, dunia industri, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya untuk memperkuat pengalaman praktik, meningkatkan relevansi lulusan, serta mendukung pengembangan profesi arsitek secara berkelanjutan.

8. Kontribusi terhadap Pembangunan Berkelanjutan Menghasilkan arsitek yang mampu berkontribusi secara nyata dalam pembangunan berkelanjutan, baik pada skala bangunan maupun kawasan, dengan memperhatikan keseimbangan antara manusia, lingkungan, dan nilai kebangsaan.

 

Menu